Ekonomi Membaik Semen Indonesia Mulai Dulang Laba

Ilustrasi Semen.

SURABAYA - Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Suparni mengaku membaiknya ekonomi nasional mendongkrak penjualan Semen Indonesia pada Januari 2016, ditambah dengan gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.
"Penjualan selama Januari 2016 memang didominasi oleh proyek-proyek infrastruktur yang hampir mencapai 70 persen. Sedangkan 30 persen lainnya merupakan penjualan yang berasal dari retail," ucap Suparni, Jumat dalam keterangan persnya di Surabaya.
Dia mengatakan, program infrastruktur yang dicanangkan pemerintah membawa dampak positif terhadap penjualan semen dari PT Semen Indonesia di pasar domestik.
Tercatat, sepanjang Januari 2016, PT Semen Indonesia berhasil menjual 5 juta ton semen di seluruh Indonesia atau naik 4,4 persen dibanding dengan Januari 2015. "Memang selain proyek yang makin marak, kondisi perekonomian yang makin membaik juga membuat penjualan produk Semen Indonesia merangkak naik," ucapnya.
Suparni mengatakan dari total penjualan nasional, wilayah Sulawesi menjadi penyumbang terbesar dengan menguasai 60 persen "marketshare" atau pangsa pasar. Sedangkan di Kalimantan, Semen Indonesia mampu menguasai pangsa pasar di angka 54 persen dan di Sumatera, Semen Indonesia unggul dengan 48 persen.
"Untuk Pulau Jawa, meski kami unggul dengan 'marketshare' 38 persen, angka itu masih kalah oleh pulau lainnya, sebab persaingan pasar semen di Jawa sangat tinggi, yakni yang bertarung sebanyak 12 merek, sedangkan di wilayah lain hanya ada 6 atau 9 merek saja," ucapnya.
Terkait penjualan pada Februari 2016, Sekretaris PT Semen Indonesia Agung Wiharto mengaku masih lebih pada Januari 2016, dan diperkirakan menurun.
"Mengenai angka pastinya kami belum hitung. Namun, diperkirakan menurun karena intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah yang membuat pembangunan juga ikut tersendat," tuturnya.