.

Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OLAHRAGA. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2016

Unknown

China atau AS Akan Jadi Tujuan Berikutnya untuk Ronaldinho

China atau AS Akan Jadi Tujuan Berikutnya untuk Ronaldinho
Rio de Janeiro – Nama Ronaldinho tak lagi banyak terdengar setelah tak lagi mentas di persepakbolaan Eropa. Sudah pensiunkah mantan bintang Barcelona itu? Belum, karena Ronaldinho kini bahkan sedang mencari klub baru.
Pesepakbola Brasil berusia 36 tahun itu saat ini sedang tidak memiliki klub setelah meninggalkan Fluminense pada bulan September lalu. Tampak belum berniat gantung sepatu, Ronaldinho kini sedang menimbang opsi-opsi yang ada.
“Tujuan yang memungkinkan untuknya adalah Major League Soccer di AS atau Liga Super China,” ungkap Roberto Assis, agen sekaligus saudara kandung Ronaldinho, kepada UOL yang dikutip Sky Sports.
Fluminense, klub terakhirnya sebelum ini, sebenarnya baru dibela Ronaldinho pada musim panas 2015. Ia teken kontrak 18 bulan, tapi kemudian merasa performanya tidak lagi sesuai harapan. Ronaldinho dan Fluminense kemudian sepakat menyudahi kebersamaan.
Ronaldinho juga sempat bertualang ke Meksiko untuk membela klub Queretaro (2014-2015), setelah sebelumnya merumput di Brasil dengan Flamengo (2011–2012) dan Atletico Mineiro (2012–2014).
AC Milan (2008–2011) menjadi klub Eropa terakhir pesepakbola yang namanya menjulang bersama Barcelona (2003–2008) dan Paris Saint-Germain (2001–2003) tersebut. Sementara Gremio (1998-2001) menjadi klub profesional pertama Ronaldinho
Unknown

Usai Catat Rekor, Casillas: Masa Pensiun Makin Dekat

Usai Catat Rekor, Casillas: Masa Pensiun Makin Dekat

Usai Catat Rekor, Casillas: Masa Pensiun Makin Dekat

Cluj – Iker Casillas mencatatkan rekor penampilan bersama tim nasional Spanyol. Usai membukukan rekor itu, Casillas mengakui masa pensiunnya kian dekat. Casillas mencatatkan caps ke-166 kala membela Spanyol dalam laga persahabatan melawan Rumania. Dalam laga yang berkesudahan imbang 0-0 itu, kiper milik Porto tersebut tampil cukup oke dan melakukan sejumlah penyelamatan.
Pada akhirnya Casillas bisa tetap berbangga dengan laga itu meski Spanyol tak menang. Dia menjadi pemain Eropa dengan penampilan terbanyak, menyamai catatan gelandang Latvia Vitalijs Astafjevs yang telah pensiun, seperti dilansir Sky Sports dan ESPN.
[Baca juga: Rekor Baru Iker Casillas]
Dengan catatan ini, hanya lima pemain di dunia yang punya catatan caps lebih banyak daripada Casillas. Mereka adalah Ahmed Hassan (Mesir, 184), Mohamed Al-Deayea (Arab Saudi, 178), Claudio Suarez (Meksiko, 177), Hossam Hassan (Mesir, 169), dan Ivan Hurtado (Ekuador, 168).
Usai mencatatkan rekor tersebut, Casillas mengakui masa-masa aktifnya di lapangan sepakbola kian mendekati akhir. Meski demikian, dia masih belum tahu apakah tahun 2016 ini akan jadi tahun terakhirnya bersama La Furia Roja.
“Saya senang bisa mencapai 166 pertandingan dan menjadi pemain dengan laga terbanyak untuk tim nasional. Dalam tahun-tahun ini, saya sudah menjalani masa indah dan buruk, tapi saya akan mengingat yang bagus saja,” ujar Casillas lewat periscope, seperti dikutip Sky Sports.
“Masa pensiun saya semakin dekat dan dekat. Jelas bahwa masa itu melewati semua orang dan saya pun tanpa terkecuali.”
“Tapi saya punya harapan dan saya ingin bersama tim penuh pemain muda ini. Saya tidak tahu apakah ini tahun terakhir saya bersama Spanyol, saya cuma berpikir untuk menikmati setiap harinya,” tambahnya.
Meski menjadi pemain paling berpengalaman di skuat Spanyol, tapi Casillas sendiri mendapatkan persaingan ketat di bawah mistar gawang. Dia akan bertarung ketat dengan David de Gea (Manchester United) dan Sergio Rico (Sevilla) untuk posisi utama di Piala Eropa 2016 di Prancis mendatang.

Minggu, 27 Maret 2016

Unknown

Digosipkan Latih Timnas Italia, Begini Tanggapan Capello

Fabio Capello (Kirill Kudryavtsev/AFP)
Roma - Fabio Capello membantah dirinya tertarik untuk menangani timnas Italia. Eks pelatih Real Madrid itu juga mengaku tidak akan bertemu petinggi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dalam waktu dekat.

Nama Capello santer disebut akan menggantikan Antonio Conte usai Piala Eropa mendatang. Maklum selain sedang menganggur, Capello juga punya pengalaman luar biasa sebagai pelatih.
Ia pernah meraih sukses di level klub bersama AC Milan, Madrid, dan AS Roma. Sementara itu untuk level timnas, ia juga pernah menangani Rusia dan Inggris.

Eks pemain timnas Italia, Mauro Tassotti juga mendukung Capello menjadi pelatih. Menurutnya, Capello merupakan pilihan pas untuk membawa Italia ke Piala Dunia 2018.

"Saya mau mengonfirmasi kalau timnas Italia tidak tertarik pada saya. Lagipula saya juga tidak tertarik melatih di sana," kata Capello seperti dilansir Football Italia.

"Selain itu saya juga belum pernah berbicara dengan Presiden FIGC, Carlo Tavecchio dan tidak akan pernah berbicara di masa mendatang. Jujur saya bukan orang yang fleksibel," ucap Capello menegaskan.
Unknown

Tanpa Schweinsteiger, Tim Panser Bakal Loyo di Piala Eropa 2016

 - Gelandang jangkar Timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger diragukan tampil di Piala Eropa 2016. Schweinsteiger diperkirakan harus menepi selama selama dua bulan.
Schweinsteiger mengalami cedera lutut ketika berlatih bersama Jerman jelang pertandingan di Berlin, Sabtu (26/3/2016) atau Minggu dinihari WIB nanti. Mantan pemain Bayern Muenchen ini mengalami cedera kambuhan. Sebelumnya, dia mengalami masalah serupa di Manchester United (MU). Schweinsteiger terpaksa absen selama 8 pekan.
Mantan pelatih Bayern Muenchen, Ottmar Hitzfeld mengaku cemas kalau Schweinsteiger gagal berangkat ke Euro 2016. Bagi Hitzfeld, Jerman mengalami kerugian besar kehilangan Schweinsteiger. Menurutnya, Jerman lemah tanpa Schweinteiger di Piala Eropa 2016.
"Ini sangat menyedihkan bagi sepak bola Jerman seandainya dia benar-benar absen di Piala Eropa karena turnaman ini menjadi tujuan terbesar baginya," kata Hitzfeld dilansir dari Kicker.
Badai cedera terus menghantui pemain 31 tahun ini. Terutama setelah sang pemain memperkuat Manchester United mulai musim panas lalu. Memasuki pertengahan musim di MU, Schweinsteiger harus absen di 13 pertandingan.
"Jelas ini kehilangan besar bagi Timnas Jerman. Bukan hanya bagi tim, tapi dirinya sendiri—Schweinteiger kapten tim dan dia mampu membuat tim bersatu. Dia panutan dalam tim," sambung mantan pelatih Timnas Swiss ini.
Di mata Hitzfeld, Schweinsteiger komponen penting dalam tubuh tim asuhan Joachim Low. Kualitas Schweinsteiger membaca permainan bakal menjadi pembeda bagi tim. Terlebih, si pemain kenyang pengalaman di pertandingan internasional. Sukses Jerman menjadi juara dunia 2010 tidak lepas dari peran pentingnya.
Unknown

Kiper Barcelona Mulai Kirim Sinyal ke Liverpool


  Kiper Barcelona, Marc Andre Ter Stegen mengaku masih betah berseragam Barcelona. Meski demikian, dia tak menutup kemungkinan hengkang dari Camp Nou.

"Saya tidak sedang membayangkan diri saya dengan klub lain karena situasinya tidak menuntut demikian," kata Ter Stegen di Mirror.

Ter Stegen dibeli Barcelona dari Borussia Moncengladbach pada awal musim 2014/15. Oleh pelatih Luis Enrique, dia dibebankan peran menjaga gawang Barca, saat bermain di Liga Champions dan Copa del Rey. Sementara, untuk partai-partai liga, Enrique memilih Claudio Bravo.

Frekuensi bermain di partai turnamen tentu lebih sedikit dibanding partai liga.Diakui Ter Stegen, hanya bermain di turnamen membuat dia kesulitan.

"Sulit karena Anda tidak mendapatkan ritme yang Anda inginkan. "Tentu saja saya ingin bermain lebih banyak," ujar kiper asal Jerman ini.

Keadaan itupun perlahan mulai menggoyahkan keyakinan Ter Stegen. "Jika situasinya tetap seperti ini, tentu saja kami harus berbicara," ujar Ter Stegen.

Jika Ter Stegen memutuskan hengkang, dia tak perlu pusing. Liverpool kabarnya siap untuk menampungnya.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp disebut-sebut sangat menyukai gaya main Ter Stegen. Apalagi di saat bersamaan, performa Simon Mignolet di bawah mistar gawang The Reds kerap naik turun.

Jumat, 11 Maret 2016

Unknown

Indonesia Hanya Kirim Dua Wakil ke Perempatfinal

Indonesia Hanya Kirim Dua Wakil ke Perempatfinal


Indonesia Hanya Kirim Dua Wakil ke PerempatfinalHendra Setiawan/Mohammad Ahsan (PBSI/Nafielah Mahmudah)
Birmingham - Indonesia hanya mampu mengirimkan dua wakil ke babak perempatfinal All England 2016. Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky, mengomentari hasil kurang menggembirakan tersebut.

Dari sepuluh wakil yang bertanding di babak kedua, Kamis (10/3/2016), hanya dua yang lolos ke perempatfinal, yakni ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto.

Kejutan terbesar adalah tersingkirnya ganda putra peringkat dua dunia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, yang ditargetkan menjadi juara. Hendra/Ahsan di luar dugaan kalah dari pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.

"Meloloskan dua wakil ke perempatfinal, saya harap mereka bisa sampai ke final dan menjadi juara. Hasil ini harus kami terima dan wakil yang tersisa harus dimaksimalkan untuk tetap fokus supaya bisa mencapai target yang diharapkan," tutur Rexy kepada www.badmintonindonesia.org.

"Kami harus terima kegagalan ini dan bertanggung jawab atas hasil ini. Mudah-mudahan akan menjadi pemicu ke depannya agar lebih baik," tambahnya.

Selain Hendra/Ahsan, wakil Indonesia yang juga tersingkir di babak kedua adalah Linda Wenifanetri, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari, dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. Khusus Edi/Gloria, mereka tersisih setelah kalah dari Tontowi/Liliyana.

Dua atlet non-Pelatnas, Tommy Sugiarto dan Maria Febe Kusumastuti, juga harus angkat koper setelah kalah di babak kedua.

"Kita bisa liat di turnamen ini ada banyak upset. Kita lihat ada kekalahan pada Lee Chong Wei, Chen Long, Hendra/Ahsan, dan beberapa hasil tak terduga lainnya. Kekalahan ini tidak boleh dilihat sebagai salah satu halangan menuju Olimpiade, tapi kita harus positif ke depannya," kata Rexy.

"Namun, melihat hasil ini kita juga harus mawas diri. Seperti misalnya Greysia/Nitya. Mereka seharusnya pemanasan di Jerman dan ditargetkan di All England, tapi ternyata belum kena. Berarti ada plan yang harus disiapkan lagi untuk mereka," lanjutnya.

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, yang jadi unggulan kedua, kalah di babak pertama All England 2016. Mereka dihentikan ganda Jepang, Naoko Fukuman/Kurumi Yonao.

"Ini bisa menjadi pelajaran buat pemain yang akan turun di Olimpiade nanti karena tekanan akan lebih besar lagi. Dan lawan-lawannya juga nanti kan akan sama seperti ini. Jadi kita harus melihat, hasil dari pertandingan ini menjadi catatan dan bekal pemain untuk menambah porsinya di sesi latihan," ujar Rexy.