.

Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label FORMULA1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FORMULA1. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2016

Unknown

Posisi Rio Haryanto Terancam Pembalap Cadangan?


Foto: Manor Racing
Rio Haryanto terancam tidak tampil penuh satu musim kompetisi dalam debutnya di balap F1 tahun ini
Inggris – Debut Rio Haryanto di balap F1 tahun ini bisa jadi tidak berjalan mulus. Mendapat tempat di tim Manor setelah susah payah mengumpulkan dana, kini posisinya terancam dengan hadirnya pembalap cadangan, Alexander Rossi.
Hadirnya pembalap cadangan atau test driver pada tim F1, itu normal. Posisinya dipersiapkan sebagai pengganti, jika ada pembalap utama tidak bisa balapan karena sesuatu dan lain hal, tergantung situasi dan kondisi.
Kamis (10/3) lalu tim Manor mengumumkan Alexander Rossi sebagai pembalap cadangan dan akan hadir di 11 balapan F1. Rossi akan bekerja dengan para engineer dan kedua pembalap tim Manor, Pascal Wehrlein dan Rio Haryanto, untuk membantu mengembangkan mobil MRT05.
F1 2015 Manor Alexander Rossi
Alexander Rossi senang bisa kembali bekerja sama dengan tim Manor sebagai pembalap cadangan
Alexander Rossi yang tahun lalu balapan bersama tim bermarkas di Inggris ini, menggantikan posisi Roberto Merhi untuk lima balapan, gagal mengamankan posisinya untuk balapan F1 tahun ini. Ia kalah dari Rio Haryanto yang membawa uang lebih banyak.
Ia pun beralih ke seri IndyCar (balap mobil formula khas Amerika) bergabung dengan tim juara Andretti Autosport. Menurutnya, apa yang dijalani saat ini diyakini akan membuat dirinya tambah siap
Tim Manor menyebut Rio Haryanto memiliki bakat bagus dan mengalami kemajuan saat tes pramusim lalu
Tidak Sampai Akhir Musim
"Mengecewakan kehilangan tempat dengan Manor Racing tahun ini. Semua orang tahu saya sangat bekerja keras untuk itu. Meskipun sebagai pembalap cadangan, saya memiliki program ganda yang di tingkat tertinggi motorsport," kata Rossi.
"Seri IndyCar adalah kategori utama balap open wheeler di Amerika Utara dan sangat kompetitif. Saya yakin pengalaman ini akan menambah peran saya yang sangat penting di tim F1,” jelas Rossi yang akan hadir di 11 balapan F1, lima di antaranya berlangsung selama musim IndyCar.
Lalu apakah Rossi bakal diajak balap oleh tim Manor? Rasanya memang tidak mungkin karena ia juga berkompetisi di Amerika. Namun bisa saja tim lebih memilih bakat berkualitas ketimbang pembalap yang bawa uang banyak.
Belum lama ini Kemenpora membuka acara menggalang dana buat membantu Rio. Uang yang terkumpul nantinya disetorkan ke pihak tim Manor bulan Mei. Wah, jika dana yang dibutuhkan tidak mencukupi, apakah berarti Rio hanya balapan beberapa putaran?
Para fans Rio Haryanto juga ketir-ketir. Jangan-jangan pembalap idolanya itu tidak balapan sampai akhir musim. Terutama bagi yang berencana mendukung langsung ke sirkuit terdekat seperti di Singapura atau Malaysia


Unknown

Rio Haryanto: Pembalap F1 Ke-24 Dari Asia (2)


Foto: Manor Racing
Rio saat tes di Barcelona sudah tembus catatan waktu 1:25
Jakarta- Rio Haryanto merupakan pembalap F1 ke-24 dari regional Asia yang turun di arena F1.
Berikut para 'senior' yang pernah masuk sebelumnya:
13. Hideki Noda-Jepang (1994)
- Menggantikan Yannick Dalmas (pembalap F1 asal Perancis), bersama tim Larrouse selama tiga seri terakhir di musim balap 1994. Masalah dukungan sponsor dan mobil yang tidak kompetitif membuatnya tidak bisa berbuat banyak. Tahun 1995 ia mengadu nasib di ajang Indy Lights di Amerika dengan hasil yang lumayan.   
14. Taki Inoue-Jepang (1994-1995)
- Tampil, seperti umumnya pembalap Jepang, sebagai pay driver mengantarkan pembalap kelahiran Kobe ini ke tim Simtek bremsin Ford V8. Kondisinya makin buruk di musim kedua saat bersama tim Footwork. Dari 17 seri, sebanyak 12 kali mobilnya yang bermesin Hart V8 tak bisa menyelasaikan lomba. Tapi sejujurnya ia lebih dikenal dengan kesialannya saat ditabrak medical car saat seri Hungaria. Saat itu ia hendak memadamkan mobilnya yang terbakar.
taki f1
Ditabrak medical car saat seri Hungaria jadi identitas Taki Inoue di arena F1
  
15. Shinji Nakano-Jepang (1997-1998)
- Bersama tim Prost Grand Prix, kelahiran Osaka tahun 1971 ini meraih 2 poin selama tahun pertamanya. Namun itu banyak tertutupi oleh catatan retire sebanyak 9 kali akibat mobil yang bermesin Mugen-Honda tidak kompetitif. Karirnya di F1 berakhir bersama tim Minardi di musim balap 1998 tanpa poin sama sekali. Ia melanjutkan karir balap di ajang CART, Indy Car, hingga Le Mans (2014).  
16.  Toranosuke Takagi-Jepang (1998-1999)
-Juara Japanese A2 A2 National Kart tahun 1989 dan 1990 ini masuk ke F1 tahun 1997 sebagai pembalap tes tim Tyrell. Setahun kemudian ia turun sebagai pembalap tim Arrows. Catatan 12 kali gagal melanjutkan lomba dan tidak lolos kualifikasi membuatnya harus mundur dari arena F1.   
17. Alex Yoong-Malaysia (2001-2002)
- Butuh 46 tahun sebelum ada lagi pembalap dari Asia Tenggara yang bisa balap di arena F1. Kelahiran Kuala Lumpur tahun 1976 ini memulai karir di arena single seater di Formula 3 Inggris (1997-1999). Berlanjut ke arena Formula 3000 (cikal bakal GP2) di musim balap 1999. Musim balap 2000-2001 ia bertarung di arena Formula Nippon, mengantarnya masuk ke F1 bersama tim Minardi selama dua musim. Musim perdana di seri pertama Australia menempatkannya di finish ke-6, sayang musim keduanya berakhir menyesakkan. Karena sepuluh kali tidak bisa menyelesaikan balapan membuatnya harus keluar dari F1.   
alex yoong f1
Alex di seri Australia tahun 2000 sempat finish di klasemen tengah
18. Narain Karthikeyan-India (2005, 2011–2012)
- Sosoknya mulai terlihat saat bertarung di arena Formula 3 Inggris tahun 1998. Tahun 2005 ia jadi pembalap India pertama di dunia F1 bersama tim Jordan usai mendapatkan super liscense di sirkuit Silverstone. Posisi terbaiknya saat seri Amerika dengan finish ke-4, itu juga karena ada 3 tim papan atas yang tidak ikut lomba akibat kasus ban Michelin. Setelah sempat balap di A1 hingga Nascar (2006-2010), Narain masuk lagi ke arena F1 bersama tim HRT, mesin Cosworth yang tidak kompetitif membuatnya lebih sering retire
narain
Narain sempat finish ke-4 seri AS tahun 2005
19.  Yuji Ide-Jepang (2006)
- Sejak musim balap 1994-2005 kelahiran tahun 1975 ini bertarung di arena F3 Jepang, F3 Eropa, hingga Formula Nippon. Bersama tim Super Aguri yang bermesin Honda ia sempat merasakan satu musim balap penuh di arena F1.  Tahun 2007 hingga 2015 ia membalap lagi di arena Formula Nippon maupun Super GT.  
20. Sakon Yamamoto-Jepang (2005–2007, 2010)
- Ia masih aktif balap di Formula E bersama tim Amlin Aguri. Di arena F1 karirnya berlangsung selama empat musim, bersama tim-tim papan tengah seperti Jordan, Spyker, maupun Super Aguri. Sebelum ke Formula E ia sempat membalap lagi di ajang GP2.
21. Kazuki Nakajima-Jepang (2007-2009)
- Ia dikenal sebagai pembalap bawaan pabrikan Toyota, merasakan panasnya pertarungan sirkuit F1 selama 3 musim balap. Tiga musim balap itu ia mebalapa bersama tim kugiran, Williams, yang memang selama periode 2007-2009 memakai mesin Toyota. Mulai musim 2011-2015 ia kembali berlaga di sirkuit Formula Nippon hingga Le Mans.    
22. Kamui Kobayashi-Jepang (2009–2012, 2014)
- Selama musim balap 2009-2012, kelahiran 1989 ini berada di bawah naungan tim Toyota Racing dan Sauber (mesin Ferrari). Tahun terakhirnya ia bersama tim Caterham (mesin Renault) yang diasuh oleh bos Air Asia, Tony Fernandez. Peringkat tertingginya di F1 dicapai tahun 2012, di posisi nomor 12 klasemen pembalap.  Tahun 2015 ia balap di arena Super Formula di Jepang.
23. Karun Chandhok-India (2010-2011)
- Ia merupakan lulusan ‘akademi’ GP2 (2008-2009), ia juga juara Formula Asia V6 musim balap 2006. Pengalamannya di F1 berawal di tim Hispania Racing (HRT) dengan lebih banyak menjadi backmaker. Tahun terakhirnya berdampingan dengan Kamui Kobayashi menempatkan di klasemen pembalap nomor 28. Tahun lalu ia membalap di Formula E bersama tim Mahindra Racing. 
indian driver
Karun pernah ditargetkan punya prestasi di F1 lebih baik dari Narain
Unknown

Mercedes Kirim Wehrlein ke Tim Manor Sebagai Persiapan


Foto: Manor Racing
Lambang Mercedes-Benz muncul di dada sebelah kanan pakaian balap Pascal Wehrlein di tim Manor
Eropa – Kehadiran Pascal Wehrlein di tim Manor diduga berkat campur tangan Mercedes sebagai memasok mesin tim Manor mulai tahun ini. Rupanya tim F1 Mercedes memang mempersiapkan Wehrlein sebagai pembalapnya di masa depan.
Mercedes memang menaruh harapan tinggi pada pembalap Jerman berusia 21 tahun itu. Bos tim Mercedes, Toto Wolff mengatakan Wehrlein akan menjadi ‘pemimpin’ tim di Manor.
"Para engineer akan mengandalkan masukan untuk pengembangan mobil, dan jika dia berhasil membantu tim bergerak ke depan. Ini akan menjadi pengalaman berharga untuk membantu dia dalam mengubah ke tim yang lebih besar," tambahnya.
Nico Rosberg – yang kontraknya di tim Mercedes berakhir tahun ini - menegaskan tidak akan ke mana-mana, tetapi implikasinya adalah Wehrlein sedang dipersiapkan sebagai pembalap Mercedes masa depan.
Pascal Wehrlein Toto Wolff Mercedes DTM
Toto Wolff (kanan) bangga pada Pascal Wehrlein (tengah) yang juara balap DTM 2015 di saat juga menjadi test driver tim F1 Mercedes
Wolff mengatakan, "Saat ini kami sangat senang dengan Nico Rosberg dan Lewis Hamilton."
"Tentu saja kami juga harus melihat ke depan dan tidak akan betul-betul mendukung Pascal jika kita tidak percaya bahwa suatu hari ia akan dipakai oleh Arrows Silvers (sebutan tim Mercedes). Ini tujuan yang jelas, tetapi dia tahu bahwa dia memiliki perjalanan panjang di depannya," jelas Wolff.
Tahun lalu Pascal Wehrelin juara balap mobil ketahanan Jerman (DTM) bersama Mercedes. Dalam dua tahun terakhir ia bertugas sebagai test driver tim F1 Mercedes.
Wehrlein rekan setim pembalap Indonesia Rio Haryanto di tim Manor, keduanya sama-sama pendatang baru (rookie). Mereka akan memulai sejarah dalam debutnya di F1 pekan ini, ketika mengikuti putaran perdana musim 2016 di Melbourne, Australia.